JOROK..! (Cerita anak kecil)


Setiap pagi, Ibu selalu memberi Lina sepotong kue untuk bekal. Sebelum berangkat sekolah, Lina harus sarapan dan minum susu. Ibu tidak mau Lina jajan sembarangan.
“Jangan lupa makan kuenya, ya, Lin!” begitu pesan Ibu saat mengantar Lina sampai di depan pagar sekolah.
“Beres, Bu!” teriak Lina sambil berlari menemui teman-temannya.
Akan tetapi, selama ini, kue bekal dari ibu tidak pernah Lina keluarkan dari dalam tasnya. Lina selalu sibuk bermain. Lalu, di mana kue-kue itu?
“Iiih… Bu Guru, ada semut di tas Lina!” teriak Krisna sambil menunjuk tas Lina.
Anak-anak yang lain langsung berdiri mengelilingi tempat Lina duduk.
Bu Guru berdiri dari kursinya dan menghampiri Lina.
“Lina bawa bekal makanan manis, ya?” tanya Bu Guru. “Yuk, kita keluarkan dan bersihkan tasmu dari semut-semut ini.”
Bu Guru membawa tas Lina ke luar kelas, ke tempat yang terkena sinar matahari. Anak-anak kelas dua ikut-ikutan ke luar kelas. Tempaknya mereka penasaran. Lina mengeluarkan isi tasnya dibantu Bu Guru.
“Apa ini, Lina?” Bu Guru mengeluarkan beberapa bungkusan plastik. Isinya kue-kue. Semuanya sudah tak terbentuk. Yang lebih parah lagi, kue-kue itu sudah berjamur! Baunya pun tidak enak!
“Iiihhh… Jorok! Jijik!” Begitu komentar anak-anak. Mereka menutup hidung. Tetapi, tidak ada yang pergi dari tempat itu.
“Rupanya kamu tidak pernah memakan bekal kuemu, ya, Lin?” selidik Bu Guru. Lina mengangguk pelan.
Bu Guru segera membuang semua kue yang berjamur itu. Lalu, ia membalik tas Lina dan menjemurnya di bawah sinar matahari.
“Nah,” kata Bu Guru setelah semua kembali ke kelas, “Kalian harus rajin membersihkan tas. Bukankah setiap hari kalian menata buku? Saat itulah tas harus dikosongkan agar bisa bernapas.”
“Tas bisa bernapas, Bu Guru?” tanya Tito. Yang lain tertawa.
“Maksud Ibu, kita harus mengganti udara yang pengap di dalam tas dengan udara yang segar. Angin-anginkan tas sebentar. Bersihkan bagian dalamnya. Keluarkan barang yang tidak perlu. Misalnya, kertas-kertas kotor atau sisa-sisa makanan.”
“Iya, biar tidak jorok seperti Lina,” celetuk Krisna.
“Krisna, Lina tidak jorok, kok,” bela Bu Guru. “Lina hanya lupa memakan bekalnya. Besok, jangan diulangi lagi, ya!”
Lina lega dibela Bu Guru. Tetapi, dia sudah terlanjur malu. Teman-teman masih memandangnya dengan jijik. Lina tidak mau dianggap ebagai anak yang jorok. Karena itu, dia janji dalam hati akan selalu menghabiskan bekalnya. Ia juga akan membersihkan tasnya setiap hari.

By yarits_aghnan Posted in Cerita

Beri komentar tentang ini :)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s