Penyuluhan Desa (Skenario Kocak)


P : Pembawa Acara (Mike Amalia)

B : Perawat Bayi (Tike Triatna Kusuma)

S : Pembudidaya Singkong (Ronald Palawija)

M : Tukang Sakmemasak (Sogi Lontong Kari)

 

P            : selamat siang pemirsa, jumpa lagi dengan saya Mike Amalia dalam acara dari desa ke desa. Kali ini saya sedang berada di arena pameran pembangunan disini saya untuk meliput tentang berbagai macam penyuluhan di sini. Penyuluhan yang pertama adalah mengenai bagaimana cara kita merawat bayi. Tentunya akan hadir bersama saya seorang bidan yang sudah sangat professional di bidangnya, tentunya yaitu Ibu Tike Triatna Kusuma.

B            : selamat siang.

P            : selamat siang, Ibu Tike ini adalah seorang yang sangat2 terlatih merawat bayi. Karena ibu Tike ini adalah juga yang dari kecil, bahkan dari bayi itu sudah bisa mengurus dirinya sendiri, bukan begitu?

B            : iys, jadi saya bisa bilang bahwa ketika ibu saya melahirkan saya, saya membantu persalinannya. Oh, hebat saya hebat saya teh!

P            : kalau begitu pemirsa, kita sambut juga eee penyuluhan yang kedua mengenai budidaya singkong, tentunya juga akan hadir disini seorang partisipasi dari eee Bapak Ronald Palawija tentunya, ya?!

S             : betul, Bu!

P            : selamat siang, bapak!

S             : selamat siang, Ibu Mike.

P            : eee saya mau tanya, bagaimana perkembangan singkong di Indonesia? Saya denger-denger udah go internasoinal, pak!

S             : betul sekali bu sudah go internasional bahkan yang terakhir ini sampai dibikin film mengenai gorilla raksasa, bu.

P            : itu mah KINGKONG dong, pak!

S             : ibu, singkong-kingkong apalah bedanya?!

P            : a ee, beda tipis ya, pak, ya?!

S             : lagipula, kalo kita lihat dari segi bahasa, singkong itu diambil dari bahasa internasional. Sing artinya bernyanyi, kong artinya gorilla. Jadi singkong bisa kita sebut adalah artinya ketela pohon.

P            : kok, agak-agak aneh sih, pak?!

S             : nhh, jadi ini bu, yang pertama kali singkong ini kita cabut (bla bla bla)

P            : adudududu, Pak Ronald nanti dulu nanti dulu, ya! Kita sekarang ada penyuluhan yang ketiga. Yaitu masak-memasak yaitu kita sambut Bapak Sogi Lontong Kari.

M            : ayo, (…?!) bu, ya!

P            : bapak Sogi, Pak Sogikan di sini pengen eee kasih contoh cara pembuatan eee kari ayam ya, pak, ya!

M            : ti pasti saya si kasih tau tentang cara untuk memotong-motong (thelelelelulelet) handphone bunyi, bu!

P            : oh, ya sebentar.

Halo, piye pak? Oh saya sedang di penyuluhan di sini pak. Hah? Pembunuhan pak? Baik-baik-baik saya akan meliput ke sana segera’, iya pak! Terima kasih

B            : bu Mike, bu ini gimana kan kita mau mulai nih gimana?

P            : bapak ma ibu beli kue’ aja dulu saya harus ngeliput sebentar ya, ya!

B            : iya, saya yang pertama!

(ribut dah, pada rebutan urutan)

B            : iyak baiklah pemirsa saya akan mengajarkan bagaimana cara untuk memandikan bayi, ya! Pertama-tama, bayi ini kita basahi dengan air, kemudian kita sabuni dengan sabun mandi tentunya ya, sabun bayi sabun bayi ya! Setelah itu kita akan bilas dengan…

M            : daging ayam yang sudah dikuliti, tidak ada kulitnya sama sekali dan langsung saja habis itu kita campuur dengaaann…

S             : tanah yang gembur supaya subur , supaya tanah bisa tetap subur, ingat harus kita taburi dengan yang namanya

B            : handuk, ya. Jadi anak ini harus dihanduki biar tidak masuk angin, setelah itu dia kita olesi dengan minyak telon, ya! Setelah itu kita akan menaburi dia dengannn …

S             : pupuk urea, bu! Sehingga singkong bisa tumbuh dengan subur, kalo misalnya pupuk urea itu bisa lebih bagus bisa dicampur dengan yang namanya pupuk kandang, ya! Atau juga bisa dicampur dengan yang namanya

M            : kecap manis kecap manis. Silahkan dicampur dengan yang namanya kecap manis, kita rendam selama 5 detik, ya! Setelah kita rendam selama 5 detik, kita akan langsung beri

B            : popok, ya! Kita akan beri popok, setelah itu kita bajui dia dengan pantaas, ya! Karna memang kan anak kecil itu suka sering buang air besar ya, bu, ya! Sering buang air besar, udah gitu membuang kotoran… nah, untuk mengantisipasinya, kotoran bayi itu kita

S             : kita panen, bu! Kita panen! Hasilnya panen bisa dibawa ke pasar, untuk supaya dijual. Nah, kalo misalnya di pasar kita menemukan pembeli yang menawar pada kita, sebaiknya kita

M            : bakar saja bakar! Setelah dibakar, daging ini akan terasa lebih empuk, terasa lebih nikmat, daging nikmat ini akan terasa empuk, empuk, SEPERTI

B            : pantat bayi, ya! Karna ini memang bagian yang paaling-paling sensitif. Nah setelah itu, pantat bayi ini kita

M            : iris-iris, bu! Iris-iris!

B            : udah bunuh aja bayi saya!

(ribut lagi, ribut lagi. Pada protes ‘dari tadi potong-potong’ dll, sampe akhirnya pembawa acara dateng)

P            : pemirsa dengan demikian semoga penyuluhan ini dapat bermanfaat bagi Anda. Dengan demikian saya Mike Amalia undur diri, semoga bertemu lagi di acara dari desa ke desa. Selamat siang.

(pembawa acaranya nyuruh biar pada tenang, tapi malah tambah ribut! Haha)

salam…

Beri komentar tentang ini :)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s